*12 Santri dan 4 Guru Pesantren Modern Al Zahrah Akan Mengikuti Seleksi Olimpiade Nasional Bahasa Arab*
Sebanyak dua belas santri dan empat guru Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen akan mengikuti seleksi Olimpiade Nasional Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat Kabupaten Bireuen pada tanggal 9 Mei dan 16 Mei 2026 mendatang.
Kedua belas santri tersebut terdiri dari enam orang jenjang Tsanawiyah yaitu Nur Mahlia, Silfia Azha Naura, Maghfirah, Sandi Aulia, Rifki Irdafarma dan Sidi Sidqi Ramadhan. Selanjutnya enam santri jenjang Aliyah yaitu Naeskhi Aniswa, Aufiyaturrima, Humairah, Khaira Hafiza, Sulhan Ariska dan Keniko Hidayatullah.
Adapun empat pendidik terdiri dari dua guru jenjang Tsanawiyah yaitu ustaz Andiansyah, S.Pd.I dan Rizkiyani, S.Pd sedangkan dua guru jenjang Aliyah diikuti oleh ustaz Ikhwan Ramadhan, M.Ag dan ustazah Jumiati, S.Pd.I.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Arab se-Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Arab secara nasional. Agenda bergengsi itu berlangsung secara virtual (zoom meeting) menggunakan perangkat komputer, mulai dari seleksi tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional.
Jadwal seleksi tingkat kabupaten/kota untuk kategori guru bahasa Arab berlangsung tanggal 9 Mei 2026, adapun untuk kategori siswa dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2026. Selanjutnya seleksi tingkat provinsi digelar tanggal 29 Agustus 2026 sedangkan seleksi nasional berlangsung tanggal 10 sampai 12 November 2026.
Salah seorang pembina bahasa Arab pesantren Al Zahrah, ustaz Ikhwan Ramadhan, M.Ag, menyatakan kedua belas peserta yang mewakili Al Zahrah diseleksi berdasarkan kemampuan santri.
“Awalnya kita berikan kesempatan ke seluruh santri Al Zahrah (Tsanawiyah dan Aliyah, _red_) yang berkenan ikut, lalu dari itu kita seleksi melalui ujian komputer. Baru kemudian kita ambil berdasarkan nilai tertinggi sesuai jumlah yang dimintakan oleh panitia lomba,” jelasnya, Rabu (15/4/2026) di Pesantren setempat.
Pada kesempatan yang sama salah satu santri, Aufiyaturrima menyatakan motivasi mengikuti seleksi OBA untuk menguji sejauh mana kemampuan dalam bahasa Arab. “kalau nanti menang sertifikatnya bisa memudahkan saya mendaftarkan kuliah melalui jalur beasiswa,” ungkapnya.
Hal serupa juga dinyatakan oleh salah satu peserta putra, Suhan. Ia mengaku motivasinya mengikuti OBA supaya bisa menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, Mesir.
“Targetnya sih bisa tembus ke nasional, sehingga dengan itu kami bisa turut membanggakan pesantren kami di level Nasional,” harapnya.



