Pesantren Al Zahrah Yudisium 89 Santri Akhir, Pimpinan Tekankan Pentingnya Kecerdasan Spiritual
Bireuen — Pesantren Modern Al Zahrah kembali menggelar yudisium bagi 89 santri kelas akhir Angkatan XXV, yang berlangsung di ruang majelis guru, Ahad pagi (19/4/2026).
Kepala Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Ikhwan Ramadhana, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh santri yang mengikuti yudisium telah menyelesaikan rangkaian ujian, termasuk ujian khataman Al-Qur’an sebagai salah satu syarat kelulusan.
Tekankan Keseimbangan Ilmu dan Spiritual
Dalam arahannya, Pimpinan Pesantren, Tgk. H.M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag, menegaskan bahwa keberhasilan di masa depan tidak cukup hanya ditopang oleh kecerdasan intelektual semata.
“Kecerdasan intelektual tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Semua sangat bergantung pada kesungguhan (ijtihad). Karena itu, kecerdasan spiritual menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan nasib seseorang sangat ditentukan oleh usaha diri sendiri, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
Masa Depan Ditentukan Hari Ini
Lebih lanjut, Tgk. Fadhil menekankan bahwa capaian para santri hari ini merupakan hasil dari proses panjang selama enam tahun menempuh pendidikan di pesantren.
Menurutnya, yudisium bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk menentukan arah masa depan.
“Apa yang kalian raih hari ini adalah hasil dari perjuangan yang dimulai enam tahun lalu. Dan apa yang akan kalian capai ke depan, sangat ditentukan oleh langkah yang kalian ambil hari ini,” tegasnya.
Berlangsung Khidmat
Kegiatan yudisium yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 10.00 WIB ini berjalan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta tenaga pendidik, di antaranya Direktur KMI, Sekretaris KMI, Kepala MAS Al Zahrah, serta para staf bidang kepesantrenan, kepengasuhan, dan kurikulum.



