146 Camaba Al Azhar Ikuti Ujian Muadalah, 25 Peserta Ujian di Pesantren Al Zahrah Bireuen.
BIREUEN — Sebanyak 146 calon mahasiswa baru Al Azhar Mesir mengikuti ujian muadalah serentak di lima titik wilayah Aceh pada Senin (29/6/2026). Di Bireuen, sebanyak 25 peserta melaksanakan ujian di Pesantren Modern Al Zahrah.
Perwakilan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh Cabang Bireuen, Afkar, Lc mengatakan, 25 peserta di Al Zahrah berasal dari Kabupaten Bireuen dan sekitarnya. Ujian berlangsung di ruang pertemuan pesantren mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB secara tertib.
“Masing-masing peserta membawa laptop pribadi dan mengerjakan soal dengan durasi 120 menit,” ujar Afkar yang turut mengawasi ujian di lokasi tersebut.
Secara rinci, peserta ujian muadalah tersebar di lima lokasi. Paling banyak di Banda Aceh dengan 77 peserta di Ruhul Islam Anak Bangsa. Disusul Bireuen 25 peserta di Al Zahrah, Langsa 16 peserta di Pesantren Huda Wan Nur, Kuta Cane 15 peserta di Pesantren Modern Darul Hijrah, dan Meulaboh 13 peserta di Dayah Ruhul Qur’ani.
Afkar menjelaskan, materi ujian mencakup ilmu bahasa Arab atau Ulumul Arabiyah dan ilmu Syariat atau Ulumul Syariat.
“Ujian muadalah merupakan tahapan penentu sebelum benar-benar diberangkatkan ke Mesir,” sebutnya.
Ujian muadalah adalah proses penyetaraan ijazah dari lembaga pendidikan Indonesia agar diakui setara dengan ijazah SMA/MA di Mesir. Tanpa proses ini, calon mahasiswa tidak dapat mendaftar ke Universitas Al-Azhar melalui jalur mandiri atau non-beasiswa.
Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag, turut memberikan semangat kepada seluruh peserta.
“Tetap semangat mengikuti proses sampai bisa kuliah ke Universitas bergengsi di Mesir,” pungkasnya.
Turut hadir perwakilan IKAT Bireuen, Muhammad Fairuzzabadi, Lc.

