*3 Kunci Sukses: Pesan Moral Upacara Santri Al Zahrah*

Seluruh santri Tsanawiyah dan Aliyah Swasta yang berada di bawah naungan Pesantren Modern Al Zahrah mengikuti upacara rutin hari Senin, (11/5/2026) di halaman madrasah setempat.

Pada pelaksanaan upacara pagi tersebut petugas upacara dieksekusi oleh santri putri kelas IV Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI). Upacara dimulai pukul 07.30 turut diikuti oleh Direktur KMI, Ikhwan Ramadhana, S.Pd.I.,M.Ag., Guru BK Riza Mulia, S.Sos.I.,M.A., Masykur, S.Pd, Pramono, dan beberapa guru mata pelajaran lain.

Pembina upacara, Nurul Aini, S.Pd. dalam amanatnya menyampaikan tiga kunci kesuksesan yang harus dipegah teguh oleh santri.

Kunci sukses pertama adalah rajin dan taat dalam beribadah, seperti melaksanakan salat fardu sehari semalam lima waktu. Salat merupakan pilar utama menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan.

Di akhirat kelak amal yang pertama sekali diperiksa adalah tentang salat, baru kemudian hal atau urusan yang lain. Nurul menegaskan, sebagaimana pentingnya salat sebagai ibadah nomor satu, begitu pula kunci keberhasilan yang pertama harus diperhatikan.

“Semoga praktik salat berjamaah yang kalian laksanakan setiap hari di pesantren juga dibiasakan saat pulang ke rumah,” pesan Nurul di hadapan seluruh santri.

Selanjutnya kunci sukses kedua adalah patuh kepada orang tua dan menghargai guru. Keberadaan orang tua dan guru sama pentingnya di dalam kehidupan. Tidak ada artinya keberhasilan apa pun jika seorang anak durhaka kepada orang tuanya.

Begitu pula sosok para guru yang perlu dihargai. Mereka adalah gerbang awal untuk memperoleh ilmu dunia dan akhirat.

“Bahkan tanpa guru, kita semua tidak pernah mengenal Tuhan,” ujar guru yang mengajar mata pelajaran bahasa Inggris itu.

Adapun kunci ketiga yaitu giat dalam belajar. Nurul mengingatkan setelah belajar di ruang kelas setiap harinya, para santri agar mengulang pelajaran tersebut kembali di asrama.

“Walaupun hanya lima menit, itu lebih baik daripada tidak pernah sama sekali,” ungkapnya.

Selain itu, setelah mempelajari ilmu hal yang terpenting dilakukan selanjutnya adalah mengamalkan ilmu. Nurul mengibaratkan, ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.

“Sebanyak apapun pengetahuan yang dimiliki tidak akan berguna jika tidak diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Nurul di penghujung amanat.

Upacara berlangsung tertib, diakhiri dengan pembacaan doa yang diaminkan oleh seluruh peserta upacara.

[RN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *